Istanbul – Turki, 25 Maret 2026 — Az-Zahra Group kembali menegaskan perannya dalam membangun jejaring akademik global melalui penyelenggaraan konferensi internasional bertajuk “Resilience and Innovation: Islamic Interdisciplinary Approaches to Global Challenges in the Post-Digital Age”. Kegiatan ini diikuti oleh 100 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, Indonesia, yang hadir untuk mendiskusikan peran strategis keilmuan Islam dalam merespons dinamika global di era pasca-digital.
Konferensi ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh Az-Zahra Research Centre di bawah naungan Az-Zahra Group di Turki. Tahun ini, kegiatan berlangsung di Istanbul Sabahattin Zaim University (ISZU), setelah sebelumnya sukses digelar di Sakarya University. Pemilihan Turki sebagai lokasi konferensi mencerminkan posisi strategis negara tersebut sebagai jembatan peradaban antara Timur dan Barat, sekaligus pusat pertukaran gagasan keislaman kontemporer.
Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Ozcan Hidir dari ISZU menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi dari Sumatera Utara. Ia menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan kompleks yang tidak hanya bersifat ekonomi dan teknologi, tetapi juga menyentuh dimensi etika, spiritualitas, dan kemanusiaan. Menurutnya, pendekatan interdisipliner berbasis nilai-nilai Islam menjadi sangat relevan dalam membangun ketahanan (resilience) dan mendorong inovasi (innovation) di tengah disrupsi digital. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi modern guna menciptakan solusi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Kami menyambut dengan hangat seluruh delegasi dari Sumatera Utara di Istanbul Sabahattin Zaim University. Dunia hari ini tengah berada dalam persimpangan besar antara kemajuan teknologi dan krisis kemanusiaan. Oleh karena itu, pendekatan interdisipliner berbasis nilai-nilai Islam menjadi sangat penting dalam membangun ketahanan dan inovasi yang berkelanjutan.”
“Konferensi ini bukan hanya forum akademik, tetapi juga ruang refleksi untuk merumuskan masa depan peradaban yang lebih adil, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan global.”
— Prof. Ozcan Hidir
(Istanbul Sabahattin Zaim University, Turki)
Sementara itu, CEO Az-Zahra Group, Dr. H. Angga Syahputra yang turut hadir langsung di Istanbul, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehangatan dan sambutan luar biasa dari pihak tuan rumah. Ia menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum akademik, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global di era pasca-digital. Menurutnya, konsep resilience dan innovation dalam perspektif Islam harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui riset kolaboratif, penguatan kapasitas sumber daya insani, serta pengembangan solusi berbasis nilai-nilai maqashid syariah yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran para akademisi dari Sumatera Utara dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa kontribusi keilmuan dari daerah memiliki potensi besar untuk bersaing dan memberikan dampak global. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia, khususnya Sumatera Utara, sebagai bagian penting dalam percaturan pemikiran Islam kontemporer di tingkat dunia.
“Resilience dan innovation dalam perspektif Islam harus mampu menjawab tantangan dunia pasca-digital—melalui riset kolaboratif, penguatan sumber daya insani, serta pengembangan solusi berbasis maqashid syariah.”
“Kami percaya, dari forum ini akan lahir gagasan besar yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.”
— Dr. H. Angga Syahputra
(CEO Az-Zahra Group)
Sebagai bagian dari visi jangka panjangnya, Az-Zahra Group terus berkomitmen untuk menyelenggarakan konferensi internasional secara berkelanjutan sebagai wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik, serta pengembangan riset berbasis kolaborasi global. Melalui Az-Zahra Research Centre, diharapkan lahir berbagai inovasi keilmuan yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan global yang semakin kompleks di era pasca-digital.
Konferensi ini menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi, ketahanan, dan inovasi berbasis nilai-nilai Islam merupakan kunci dalam membangun masa depan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.(AS)


